Thinking is the First Step of Writing

Halaman Baru Lainnya

Jika isi pikiran kita bisa dibukukan entah berapa banyak halaman yang tercetak setiap hari. Mungkin kalimat pertama di halaman 1 akan berbunyi “Hoam, 5 menit lagi…”. Setelah beberapa kali enter yang  berikutnya akan tertulis “Aduh, jam 6! Telat! Ngantor!”. Kalimat-kalimat lain akan tercetak otomatis ketika kita merespon jalanan yang macet, lift yang rusak, dan sedikit umpatan ketika tahu charger laptop tertinggal.

Andai menulis benar-benar segampang itu, mungkin tidak akan ada istilah writer’s block. ‘Kan tinggal mikir tulisannya sudah jadi? Sayangnya, menulis tidak segampang itu. Saya pribadi berpikir sebuah tulisan yang baik harusnya memiliki nilai informasi untuk pembaca. Kalau sekedar ingin memantau curhatan, sudah ada mikro blog 140 karakter yang bisa tengok saat berdiri di bus kota.

Namun siapa saya untuk melarang seseorang menulis curhatan tidak informatif di blog? Semua orang punya topik masing-masing untuk ditulis. Kalau saya, sepertinya akan menggunakan blog ini untuk sarana belajar untuk membuat tulisan yang lebih bermutu dan tidak begitu kasual.

Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman yang membaca.
Salam,

Khanisa

Belum 24 Tahun

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: