Thinking is the First Step of Writing

Di Balik Sebuah Agenda

Banyak orang yang merasa sebuah agenda tidak penting untuk direncanakan dengan sebegitu detail, hanya sebuah kumpul-kumpul, mereka pikir. Lalu tanpa pikir panjang sebuah undangan pun dilempar. Karena sedikit yang ikut orang yang melempar agenda kesal, teman-temannya tidak kompak, ia berasumsi. Padahal jika dirunut ini murni karena lemparan agenda tersebut yang tidak terencana. Bukankah semua orang mempunyai agenda lain dan bisa jadi undangannya yang baru datang beberapa jam sebelumnya tidak cukup penting untuk membuat orang-orang tersebut membatalkan rencananya yang terdahulu. Atau bagaimana jika agendanya itu perlu mengorbankan beberapa hal yang dibutuhkan, tidak akan yang mengirim undangan seminar di jakarta ke orang yang berada di kuala lumpur dengan jeda satu hari dengan hari H bukan?

Di kesempatan lain banyak pelempar agendanya sendiri yang tidak komit akan rencananya. Toh, hanya kumpul-kumpul, lagi-lagi menggunakan cara pikir bebal tersebut. Jadi, setelah beberapa orang bilang setuju untuk mengikuti agenda tersebut. Secara semena-mena agenda itu diubah tanpa memberikan orang-orang yang akan datang cukup waktu untuk menyesuaikan diri. Mari kita mencontohkannya pada sebuah agenda kumpul-kumpul, karena akan bodoh untuk melakukan keteledoran ini pada sebuah seminar resmi. Ketika sebuah pesan singkat masuk dan mengatakan agenda kumpul-kumpul itu akan pindah tempat ke ujung kota satu ke ujung kota lainnya setengah jam sebelum pukul agenda itu diusulkan. Entah apa yang akan ada di kepala orang yang membaca sms itu, antara bantingan selular atau helaan nafas dan sebuah keputusan untuk kembali ke rumah.

Beberapa orang tidak sadar berapa kuatnya dampak sebuah  pengelolaan agenda acara yang buruk. Karena saat kita mengundang seseorang, dari mulai dia menjawab ”baik, saya datang”, maka otomatis kita mempunyai hutang pada orang tesebut. Kita telah mengambil satu slot dari waktunya yang mungkin bisa dimanfaatkan untuk hal yang lain. Ini hal terakhir yang mungkin banyak tidak disadari, pembatalan. jika perusahaan bisa menggunakan sistem ”two-weeks notice” pada karyawan yang ingin berhenti, harusnya perancang agenda membuat sistem yang sama, apabila acara itu dibatalkan, cepat-cepatlah memberitahukan pihak yang diundang. Karena mungkin orang yang diundang mempunyai agenda lain yang bisa jadi dibatalkan untuk memenuhi undangan tersebut.

Salam,

Sasa

Bukber Orginizer

Iklan

Comments on: "Di Balik Sebuah Agenda" (1)

  1. bener sa, kalau orang sudah menyediakan waktunya, itu hutang.. dan gak sesimpel hutang duit.. some people need to learn how to respect..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: