Thinking is the First Step of Writing

Tahta Kenyamanan

“Yak, belakang kosong ya, jangan dorong-dorongan, matanya jangan liat kursi, liat langkahnya nanti ada yang jatuh.”

Kalimat ini bagai bunyi “dor!” yang dinanti setiap pelari di garis start. Benar saja, bahkan sebelum pintu busway terbuka orang-orang sudah buru tempat duduk. Lagipula, siapa yang tidak mau duduk dengan tenang sampai tujuan dan tidak berdiri berdesak-desakan seperti pepes sembari mengarungi jalanan jakarta yang terkenal padatnya. Dan sepertinya menjadi prestasi tersendiri untuk beberapa orang jika ia bisa mendapat tempat duduk, sehingga dalam beberapa kasus memberikan tempat duduk adalah sebuah hal yang (jika bisa) dihindari. Entah pura-pura tidur ketika ada orang yang lebih tua, orang tua dengan anak kecil, atau ibu hamil masuk ke dalam bus yang padat.

Sebenarnya bukan hanya busway, kasus seperti ini juga banyak terjadi dalam banyak contoh lain. Intinya kenyamanan. Semua orang akan berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan posisi nyaman, dan saat mereka sudah mendapatkannya, siapa yang akan rela melepaskan? Jika kita membatasi topik pada kenyamanan dalam sebuah fasilitas umum, maka orang-orang akan berpikir dalam kerangka kesetaraan, beberapa perempuan akan berpikir dalam kerangkan “kan saya perempuan, harus diprioritaskan dong”, namun jika pemikiran-pemikiran ini diperjuangkan tanpa logika yang terjadi nampaknya adalah sebuah masyarakan dingin yang tidak lagi memikirkan nilai-nilai baik macam tenggang rasa yang dahulu sering kita dengar di saat masih berseragam putih-merah.

Namun setiap orang berhak mempertahankan argumennya dengan alasanya masing-masing, mungkin bagi beberapa orang kenyamanannya tidak akan terganggu apabila ada di depannya orang tua yang berpegang gemetaran mempertankan posisi berdiri mereka saat bus mengerem mendadak. Itu bisa jadi, karena jujur, kenyamanan itu addiktif, saya sendiri  yang baru mendapat kursi di shelter Kuningan Barat tadi berharap turun di Pluit saja saat mbak-mbak bersuara robotik memberitahu saya sudah berada di shelter Gatot Subroto LIPI.

Salam,

 

Khanisa

Pelanggan Koridor 9

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: