Thinking is the First Step of Writing

Archive for Januari, 2013

PR dari Jakarta Night Festival

Saya sama sekali tidak mengingkari Jakarta Night Festival (JNF) merupakan ide brilian. Tahun baru yang biasanya diisi dengan konvoi kendaraan bermotor yang terkesan riweh dan tidak apik tergantikan dengan car (and motor cycle) free night dimana semua orang bisa berjalan kaki meninkmati berbagai hiburan yang ada. Sama-sama riuh sih, tapi paling tidak adegan lautan kemacetan penghasil karbon dan suara klakson bisa sedikit dikurangi.

Sayang, berita kerusakan taman kota dan sampah yang menumpuk paska pesta rakyat itu merusak semangat tahun baru 2013. Sebenarnya hal ini sudah bisa diprediksi. Siapa yang akan cukup sadar diri untuk membuang sampah ditempatnya dan tidak menginjak rumput ketika ada perayaan seperti JNF? Jangankan dalam perayaan, saat tidak merayakan apapun saja sikap tidak peduli dan “cari mudahnya saja” gampang  ditemukan. Jika ada tumpukan sampah maka itu diinterpretasikan sebagai tempat sampah, “lha orang-orang aja pada buang sampah disitu”. Jika ada space kosong yang tidak seharusnya ditempati maka itu merupakan lahan yang harusnya diisi, “toh bukan saya sendiri yang akan berdiri disini”.

Mungkin ingin sedikit berbaiksangka mungkin kerusakan itu tercipta karena persiapan yang tidak cukup matang. Misalnya tentang sampah, bisa jadi dikarenakan kurangnya jumlah tempat sampah dan kurangnya jumlah petugas kebersihan. Masalah infrastruktur yang kurang memadai ini sering kali menjadi sandungan yang kemudian dijadikan alasan untuk membuang sampah sembarangan.

Lalu perihal taman yang rusak, mungkin disebabkan pagar yang kurang tinggi maupun pengamanan yang tidak cukup ketat. Lalu dengan antusiasme yang begitu besar sehingga pengunjung tidak lagi dapat merasakan apakah yang diinjak adalah aspal ataukah rumput, yang ditendang adalah pot taman kota ataukah sekedar sampah dari pengunjung lain.

Mungkin fakta bahwa saya tidak menghadiri JNF menjadikan saya tidak berhak memutuskan untuk menyimpulkan apa akar dari masalah ini, kurang siapnya infrastruktur atau kesadaran rendah pengunjung? Namun event ini bisa menjadi salah satu tolok ukur untuk membenahi Jakarta. Bahwa masih banyak PR yang harus dikerjakan pemerintah maupun masyarakat apabila event yang serupa diadakan 31 Desember 2013 nanti yang semoga saja tidak hanya car free tetapi juga damage free. Saya percaya, kita bisa 🙂

 

Salam,

 

Khanisa

Tahun Baruan di Rumah

Iklan