Thinking is the First Step of Writing

Archive for April, 2013

Baiknya Rasa Bersalah

Ini bukan posting tentang hari bumi, tapi tentang hari-hari yang harusnya kita habiskan untuk menjaga bumi

 

Ada rasa bersalah teramat sangat ketika saya menonton “Dr. Seuss: The Lorax”. Film itu secara komedik bercerita tentang sebuah dunia dimana semua Pohon Truffula sudah tumbang karena dibuat menjadi berbagai produk bernama Kneed. Padahal tadinya Once-ler sudah berjanji pada The Lorax (semacam jin, penjaga hutan) bahwa ia hanya akan mengambil dedaunannya saja, namun atas dasar efisiensi maka Once-ler memilih untuk menebas sepohon-pohonnya. Tanpa Once-ler sadari, keserakahannya menghilangkan semua Pohon Truffula dan bisa ditebak keseimbangan lingkungan pun terganggu, semua hewan pergi dan udara menjadi kotor. Untuk kelanjutan ceritanya silahkan disimak sendiri dengan menonton filmnya 🙂

Kembali ke rasa bersalah saya, siapa yang tidak akan merinding menonton film sejenis The Lorax ataupun Wall-E lalu membayangkan dunia yang rusak oleh makhluk paling berakal di dunia, manusia. Namun, setiap telinga pasti sudah jengah mendengar kata “Save The Earth” dan komentar sinis mencoba menjatuhkan semua pihak yang ingin memeluk erat planet kita satu-satunya. Banyak orang yang akhirnya berkata “Ah sudahlah, toh semua orang berlaku sama. Bukan saya sendiri kan yang memakai plastik, membuang-buang air, memakai listrik semaunya, dan lain-lain.”

Maka jika kita kembali pada rasa bersalah saya, saya adalah orang yang merasa bersalah karena biasa berkata “Toh semua orang…” Saya adalah orang yang mencari pembenaran dengan menggeneralisir perilaku yang harusnya tidak menjadi contoh baik. Akan tetapi, siapa yang mampu untuk menyetop semua kenyamanan dunia? Mudah dan murahnya plastik, dinginnya AC, dan ringkasnya membuang sampah ke bawah kaki kita? Belum lagi kebingunagn dengan pendapat beberapa pihak skeptis yang memandang kecil kepuhanan spesies-spesies yang dianggap tidak penting. Siapa peduli dengan harimau mati? Siapa mau tahu mengenai orang utan ataupun gajah yang kehilangan rumah, “Toh tidak ada hubungannya dengan saya…”

Inilah yang membuat saya merasa bersalah dan luar biasa tertampar saat Once-ler di film the Lorax menyanyikan lagu “How Bad Can I Be?”, kala itu ia dimabukkan oleh keuntungan perusahaannya dan tumbangnya pohon-pohon Truffula ia pikir adalah hal yang memang harus terjadi.

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Entah. Beberapa menggalang gerakan anti plastik dan gerakan hidup dengan sehamat mungkin listrik. Untuk saya, yang saya lakukan adalah menggalakan rasa bersalah, karena dengan merasa bersalah maka saya mendapatkan dorongan untuk memperbaiki kesalahan itu menjadi sesuatu yang benar. Bisa dengan mengikuti gerakan-gerakan di atas maupun mencari cara saya sendiri.

 

Salam,

 

Sasa

The Lorax new fan