Thinking is the First Step of Writing

Salahkah Babi?

“Apa salah babi?”

Pembicaraan saya dan seorang teman di pagi Lebaran beberapa waktu lalu sedikit diluar tema ketupat dan opor. Tema ini diawali dengan saya yang mengungkapkan ketidaknyamanan saya bahwa banyak rekan yang masih tidak suka menggunakan kata “babi” walaupun dalam sebuah pembicaraan normal. Misal saat membahas kuliner mereka akan bilang mengganti babi dengan “b2”, “bab”, atau “piggy”, atau pun menyensornya.

Saya pun teringat beberapa tahun lalu ketika KKN disebuah daerah, kami sedang membahas PR Bahasa Inggris dan membahas hewan ternak, lalu adik-adik yang sedang belajar merasa sungkan mentranslasikan kata “Pig”. Mereka hanya mengikik malu-malu. Entah kenapa.

Jujur saya bingung. Kembali kesebuah pertanyaan yang saya ungkapkan ke teman saya. “Apa salah babi?” Memang di Indonesia yang mayoritas beragama Islam konsumsi babi diharamkan. Katanya babi itu hewan yang kotor dan dagingnya terkontaminasi cacing pita. Ok, saya tidak ingin men-challenge statement itu. Tapi, lagi, saya bertanya,” apa salah babi?”. Apakah karena dia tidak boleh dikonsumsi dan haram lantas segala macam tentang hewan itu juga haram? Bahkan untuk disebut? Kasihannya…

Menurut logika saya, terlepas dari agama yang saya anut, saya percaya tidak ada satupun ciptaan Tuhan yang sia-sia. Semua punya guna. Semua punya peran. Saya percaya Yang Maha Kuasa memberi tempat bagi semua mahkluknya dan dunia ciptaan-Nya adalah sebuah rangkaian kesempurnaan. Bahkan hewan bernama babi pun tidak mungkin ada tanpa punya guna dan peran dalam keberadaannya.

Saya melihat kesungkanan menyebut babi walaupun dalam pembicaraan yang sama sekali netral sepenuhnya adalah bentukan lingkungan sekitar. Seperti juga beberapa kata yang tidak bisa diucapkan karena dipandang tabu. Jadi, rasanya yang bisa disesuaikan disini adalah perspektifnya. Selama yang kita bicarakan tidak mengandung makna negatif mengapa penggunaan kata yang sama sekali normal harus dipandang negatif.

 

Salam,

 

Sasa

Bukan fans Piglet dari kartun Winny the Pooh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: