Thinking is the First Step of Writing

Archive for April, 2015

Capaian Lain

“I am kinda short on cash right now,” kata saya sambil nyengir pada Mbak Kasir.

Pagi ini saya salah melihat promo. Saya kira 4 dollar untuk satu ayam utuh ternyata itu adalah harga per-kilo. Sayangnya, hal itu saya ketahui saat sudah berada di kasir. Mengingat saya hanya punya uang tunai 20 dolar untuk bertahan 1 minggu, maka saya pun meminta maaf dan membatalkan pembelian tersebut. Entah apa yang dipikirkan orang yang mengantri di belakang saya.

Di perjalanan pulang, pikiran saya tidak bisa lepas dari apa yang terjadi di depan kasir. Sebenernya saya bisa saja tidak membatalkan pembelian ayam tersebut. Namun saya sedang dalam misi penghematan untuk membiayai kedatangan orang tua saya pada hari wisuda nanti. Kenapa saya harus berhemat sedemikian rupa? Saya ingin memberikan liburan yang pantas kerena semenjak saya kecil, bapak dan ibu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Saya pun terpikir, berapa banyak penghematan yang harus bapak dan ibu lakukan untuk membiayai liburan, pendidikan dan mainan-mainan anak-anaknya? Dari sudut pandang anak, kadang yang kita tahu hanya, “hore, besok ke pantai” atau “asik, dapat hape baru” (hape baru, mainan anak jaman sekarang.). Kita tidak pernah tahu atau diijinkan untuk tau apa yang harus bapak dan ibu lakukan demi melihat kesenangan itu. Mungkin mereka hanya bisa tersenyum simpul saat rekan kerjanya datang ke kantor dengan jam tangan baru atau tas tangan baru atau cerita tentang tempat spa di pusat kota. Mungkin juga mereka sempat berada dalam pilihan beli take-away fried chicken atau jalan-jalan sore dengan teman-teman sepulang kantor.

Saya yakin banyak cerita lainnya. Namun, intinya adalah waktu kita merasa sudah cukup mapan secara finansial, mungkin sudah saatnya pula kita mengisi capaian hidup yang tidak diperuntukan untuk diri kita sendri. Untuk saya, poin terbaik untuk memulainya adalah kepada bapak dan ibu.

 

Salam,

Sasa

98 hari lagi pulang.